Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Bitung



Gempa bumi bermagnitudo 4,9 menguncang Kota Bitung, Sulawesi Utara, Senin (11/10/2021) pukul 23.27 Wita. Getaran gempa terasa hingga Kota Manado. Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan, episenter gempa bumi terletak pada koordinat 0.98 LU,126.11 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 121 kilometer tenggara Kota Bitung, Sulut, pada kedalaman 57 kilometer. "Gempa ini dirasakan di Manado dan Bitung II - III MMI," kata Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Manado Edward Henry Mengko kepada wartawan, Senin malam. Gempa pertama bermagnitudo 3,7 terjadi pukul 22.17 Wita. Lokasi gempa 0.68 LU, 126.10 BT (133 kilometer tenggara Bitung, Sulut) kedalaman 10 kilometer. Gempa ini terjadi pasca-gempa berkekuatan magnitudo 5,8 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi magnitudo 5,7. Edward menambahkan, episenter gempa bumi terletak pada koordinat 0,90° LU; 126,14° BT , atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 122 kilometer arah tenggara Kota Bitung, Sulut pada kedalaman 30 kilometer Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Lempeng Laut Maluku. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault). Guncangan gempa juga dirasakan di daerah Bolaang Mongondow Timur IV MMI, Bitung, Minahasa, Ternate, Kota Manado, dan Airmadidi III MMI. Belum ada laporan adanya kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.


Read More Add your Comment 0 komentar


Kesembuhan COVID-19 Mencapai 4.063.295 Orang



JAKARTA - Perkembangan penanganan pandemi COVID-19 per 11 Oktober 2021 secara nasional, angka kesembuhan harian bertambah mencapai 2.444 orang sembuh per hari. Adanya penambahan hari ini meningkatkan angka kumulatif kesembuhan hingga menembus angka 4 juta orang sembuh atau tepatnya 4.063.295 orang (96,1%). Sejalan dengan itu, kasus aktif atau pasien positif yang masih membutuhkan perawatan medis, berkurang lagi sebanyak 1.889 kasus dan totalnya menurun menjadi 22.541 kasus (0,5%). Sementara pasien terkonfirmasi positif (RT-PCR/TCM dan rapid antigen), hari ini bertambah sebanyak 620 kasus dan kumulatifnya, atau jumlah pasien terkonfirmasi positif yang tercatat sejak kasus pertama hingga hari ini mencapai 4.228.552 kasus. Disamping itu, pasien meninggal juga bertambah lagi sebanyak 65 kasus dan kumulatifnya mencapai 142.716 kasus (3,4%). Selain itu, dari hasil uji laboratorium per hari, spesimen selesai diperiksa (RT-PCR/TCM dan rapid test antigen) per hari sebanyak 225.083 spesimen dengan jumlah suspek sebanyak 368.489 kasus. Untuk perkembangan program vaksinasi, penerima vaksin ke-1 bertambah sebanyak 262.894 orang dengan totalnya sudah melebihi angka 100 juta orang atau 100.322.375 orang. Sedangkan penerima vaksinasi ke-2 bertambah 197.897 orang dan totalnya meningkat melebihi 57 juta orang atau angka tepatnya 57.607.200 orang. Serta penerima vaksin ke-3 bertambah 3.908 orang dan kumulatifnya melebihi 1 juta orang atau 1.019.371 orang. Untuk target sasaran vaksinasi berada di angka 208.265.720 orang. Lebih lanjut, melihat perkembangan penanganan per provinsi, terdapat lima provinsi menambahkan pasien sembuh harian tertinggi. Provinsi Kalimantan Tengah menambahkan 456 orang dan kumulatifnya 43.410 orang, diikuti DKI Jakarta menambahkan 309 orang dan kumulatifnya 844.169 orang, Jawa Tengah menambahkan 159 orang dan kumulatifnya 450.366 orang, Jawa Barat menambahkan 145 orang dan kumulatifnya 687.307 orang serta Jawa Timur menambahkan 125 orang dan kumulatifnya 366.305 orang. Lalu, pada penambahan kasus terkonfirmasi positif harian terdapat 5 provinsi dengan angka tertinggi. Yakni di Jawa Tengah menambahkan 97 kasus dan kumulatifnya 483.238 kasus, diikuti Jawa Barat menambahkan 69 kasus dan kumulatifnya 703.885 kasus, Jawa Timur menambahkan 47 kasus dan kumulatifnya 396.735 kasus, DKI Jakarta menambahkan 41 kasus dan kumulatifnya 859.202 kasus serta Bali menambahkan 37 kasus dan kumulatifnya 113.260 kasus. Pada sebaran kasus aktif per provinsi, angka tertinggi berada di Jawa Tengah sebanyak 2.876 kasus, Jawa Barat sebanyak 1.918 kasus, Papua sebanyak 1.693 kasus, DKI Jakarta sebanyak 1.464 kasus dan Sulawesi Selatan sebanyak 1.407 kasus. Selain itu, terdapat 5 provinsi dengan angka kematian harian tertinggi diantaranya di Jawa Tengah menambahkan 15 kasus dan kumulatifnya 29.996 kasus, diikuti Jawa Timur menambahkan 8 kasus dan kumulatifnya 29.508 kasus, Bali menambahkan 7 kasus dan kumulatifnya 3.992 kasus, DI Yogyakarta menambahkan 6 kasus dan kumulatifnya 5.223 kasus serta Jawa Barat menambahkan 5 kasus dan kumulatifnya 14.660 kasus. Disamping itu, hasil uji per hari jejaring laboratorium berbagai wilayah, jumlah kumulatif spesimen selesai diperiksa mencapai 41.828.486 spesimen. Terdiri dari spesimen positif (kumulatif) sebanyak 7.844.069 spesimen dan spesimen negatif (kumulatif) sebanyak 32.286.214 spesimen. Positivity rate spesimen (NAA dan Antigen) harian di angka 0,53% dan positivity rate spesimen mingguan (3 - 9 Oktober 2021) di angka 0,86%. Sementara spesimen invalid dan inkonklusiv (per hari) berjumlah 17 spesimen. Untuk jumlah orang yang diperiksa per hari ini ada 151.970 orang dan kumulatifnya 27.995.924 orang. Lalu pada hasil terkonfirmasi negatif jumlah kumulatifnya meningkat menjadi 23.767.372 orang termasuk tambahan hari ini sebanyak 151.350 orang. Sementara positivity rate (NAA dan Antigen) orang harian di angka 0,41% dan positivity rate orang mingguan (3 - 9 Oktober 2021) di angka 0,73%. Secara sebaran wilayah terdampak masih berada di 34 provinsi dan 510 kabupaten/kota. Jakarta, 11 Oktober 2021 Tim Komunikasi Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional sumber: covid19.go.id


Read More Add your Comment 0 komentar


Cari Blog Ini

 

Translate

About Me

Doedoet Arief
Lihat profil lengkapku

© 2010 Doedoet Arief All Rights Reserved Converted into Doedoet Template by Doedoet Arief